Kader Muhammadiyah Terpilih Jadi Menteri Dinilai Sebagai Anugerah dan Musibah

1468654283-aee582f005cc225e32a6d46bd9804a45_002JAKARTA — Terpilihnya salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Muhadjir Effendy menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dinilai sebagai anugerah sekaligus musibah. Sebab, amanah yang baru diemban oleh mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini merupakan sebuah amanah yang begitu besar.

“Pak Muhadjir orang yang memang mampu nanti memberikan kontribusi yang positif, kontribusi yang besar bagi pembangunan pendidikan nasional,” ujar Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Suyatno usai menghadiri pelantikan 12 menteri dan seorang kepala BKPM di Istana Negara, Rabu (27/7). Menurut Suyatno, Muhadjir kini mengambil tanggungjawab yang besar dan mewakili Muhammadiyah.

Suyatno menuturkan, diharapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir mampu memberikan terobosan-terobosan baru untuk kepentingan pendidikan Indonesia. Sebab, Suyatno yang juga rektor Uhamka itu, melihat, pendidikan Indonesia memang memerlukan pembenahan.

Karena itu, Suyatno berharap besar, pertama, Prof. Muhadjir diberikan kesehatan dan petunjuk dari Allah Swt agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Soal terpilihnya Muhadjir menjadi menteri, Suyatno memberitahukan, bahwa Presiden Joko Widodo tentu menyampaikan hal tersebut kepada PP Muhammadiyah. Sebab, Muhadjir merupakan salah satu Ketua PP Muhammadiyah di periode 2015-2020.

“Kalau di Muhammadiyah banyak sekali kader. Itulah kader terbaik Muhammadiyah. Dan dia punya pengalaman, kapasitas, kapabilitas,” ucapnya.

Suyatno mendorong, agar Muhadjir dapat memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. “Harus mampu mensukseskan program pemerintah, harus mampu mensukseskan program presiden. Karena dia pembantu presiden. Itu harus jadi komitmen besar,” katanya.

Dia pun menilai, Muhadjiir adalah profesional di dunia pendidikan. “Dia bukan seorang politisi. Dia karier. Saya tahu persis kalo dia itu betul-betul rektor yang sangat berhasil,” terangnya.

Menurut Suyatno, Jokowi menginginkan reshuffle Kabinet Kerja jilid II ini mendorong setiap menteri benar-benar seriusbekerja. Prof Muhadjir pun, katanya, adalah orang yang sangat tepat. “Dan dia kader terbaik bagi Muhammadiyah,” ucapnya.

 

Sumber : muhammadiyah.or.id

Editor : akhlanudin

 

0