Ini Kata Ketum PP Muhammadiyah Soal Enam Pilar Bangun Kekuatan Umat

15

Sasaran dakwah Muhammadiyah adalah masyarakat dan yang dapat  secara langsung memberdayakan masyarakat adalah PCM ataupun PRM  membangun masyarakat Islam yang berkemajuan untuk kemajuan suatu bangsa di mulai dari masyarakatnya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir dalam acara Syawalan dan Pelantikan PD Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Banyuwangi, di Gasibu Blambangan Kota Banyuwangi, Ahad (31/7).

Haedar mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh menjauhi dunia apalagi mejauhi akhirat maka jadilah umat yang ummatan washatan dalam menyelesaian masalah juga harus adil dan ihsan sebagai sifat tawasul.

“Muhammadiyah adalah representasi  ummatan washatan, maka Muhammadiyah haruslah berkiprah, berbuat dan membangun masyarakat sebagai semangat  Syuhada ‘alanaas,” kata Haedar.

Menurut Haedar, umat Islam di dunia pada saat ini  1,7 Milyar dari 7 Milyar  Peduduk Dunia dan sekitar 225 juta berada di Indonesia  artinya  Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia  dengan kebesaran jumlah  ini adalah anugerah Allah SWT  yang dulu animisme, dinamisme berubah menjadi Muslim karena para punggawa Islam terdahulu dan tugas Muhammadiyah adalah membangun kekuatan umat agar menjadi umat yang berkemajuan dengan cara membangun pilar-pilar strategi kemajuan umat.

Lebih lanjut Haedar mengatakan ada  enam pilar untuk membangun kekuatan umat, Pertama, adalah membangun  jiwa keagamaan  dengan iman dan taqwa yang kuat  dalam sejarah tercatat bahwa Islam pernah mencapai kejayaannya karena pada saat itu umat Islam Keagamaanya kokoh.

Kedua, membangun ahlak yang baik, jika ahlak masyarakat Indonesia baik, Kata Haedar tidak akan ada Korupsi dan sifat-sifat lain yang melawan hukum. Ketiga, membangun keilmuan Muhammadiyah harus mengawali dengan cara mentradisikan membaca dalam kehidupan sehari-hari.  Keempat, adalah membangun dimensi mu’amalah  yaitu dalam hal dunia harus mampu menguasai sesuai dengan kondisi dan keadaan. Kelima, membangun ukhwah Islamiyah persatuan Islam yang harmonis dimana semua kalangan saling membahu dan mendorong demi kamaslahatan. Keenam, lanjut Haedar adalah bersyukur jika kita sudah berusaha maka hasil yang kita usahakan harus kita syukuri agar Allah SWT menambah nikmat-Nya untuk kita berjuang di jalan-Nya.

“Muhammadiyah dan Pemerintah harus saling bersinergi dan saling mendorong demi kemajuan bangsa Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di Dunia.  Muhammadiyah bergerak dalam keummatan sedangkan pemerintah bergerak melalui kebijakan dan keuasaannya, “ tutup Haedar. (dzar)

Sumber : MUHAMMADIYAH.OR.ID

0