ANALISIS ZAT PEWARNA MERAH PADA MAKANAN JAJANAN ANAK-ANAK YANG DIJUAL DI SEKOLAH DASAR DI WILAYAH KOTAMADYA JAKARTA TIMUR.

ANALISIS ZAT PEWARNA MERAH PADA MAKANAN JAJANAN ANAK-ANAK YANG DIJUAL DI SEKOLAH

DASAR DI WILAYAH KOTAMADYA JAKARTA TIMUR.

Analysis of Red Dye as coloring agent Children Snack Sold at Elementary School in East Jakarta.

Authors : Fatimah Nisma dan Dewi Indah Setyawati

Prodi Farmasi Fakultas Farmasi dan Sains UHAMKA, Jakarta

Naskah diterima tanggal 1 April 2014

ABSTRACT

Dyes are added to food or drink to fix or give the color so it looks more attractive. Generally traders snack food dye added to the food product. However, it is added synthetic dyes are prohibited in food. This study aims to analyze the content of the red dye in the children’s snack food sold in elementary school in East Jakarta municipalities.Has done research identifying red dyes in food snacks children. Samples were taken from the street vendors who sell at the elementary school in East Jakarta. Samples were taken from 33 elementary schools zoned for sampling and randomly selected. Samples in the form of food and drink is red then analyzed using paper chromatography method and UV-Vis spectrophotometry. Red dye in the wool samples extracted using an acid solution and then the dye is released in an alkaline solution. Samples can be extracted as many as 27 samples, while the other 6 samples can not be extracted by using fleece. The results obtained from 33 samples contained 3 samples (9.09%) were positive for the dye rhodamine B, 6 samples (18.18%) containing karmoisin, 3 samples (9.09%) containing eritrosin, 10 samples (30, 3%) containing ponceau 4R, 6 samples that can not be extracted with the fleece is likely to contain natural dyes, and 5 samples can not be identified.

Keywords : snack food, red dye, east Jakarta

ABSTRAK

Pewarna umumnya sengaja ditambahkan pada makanan atau minuman untuk memperbaiki atau memberi warna sehingga terlihat lebih menarik. Para pedagang makanan jajanan menambahkan zat pewarna ke dalam produk makanannya, tetapi kadangkala juga ditambahkan zat pewarna sintetik yang dilarang penggunaannya pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan zat pewarna merah dalam makanan jajanan anak-anak yang dijual di sekolah dasar di wilayah kotamadya Jakarta Timur. Telah ilakukan penelitian identifikasi zat warna merah dalam makanan jajanan anak-anak. Sampel diambil dari 33 sekolah dasar yang ditetapkan sebagai wilayah sampling dan dipilih secara acak. Sampel berupa makanan dan minuman berwarna merah kemudian dianalisis menggunakan metode kromatografi kertas dan spektrofotometri UV-Vis. Zat warna merah dalam sampel diekstraksi dengan air dan dipanaskan, zat warna terserap oleh bulu domba dengan menggunakan larutan asam kemudian zat warna dilepaskan dalam larutan basa. Sampel yang dapat diekstraksi sebanyak 27 sampel, sedangkan 6 sampel lainnya tidak dapat terekstraksi. Hasil diperoleh 3 sampel (9,09%) yang positif mengandung zat warna rhodamin B, 6 sampel (18,18%) mengandung karmoisin, 3 sampel (9,09%) mengandung eritrosin, 10 sampel (30,3%) mengandung ponceau 4R, 6 sampel yang tidak dapat terekstraksi kemungkinan mengandung pewarna alami, dan 5 sampel tidak dapat teridentifikasi.

Kata kunci : jajanan anak-anak, pewarna merah, Jakarta Timur

Pratinjau dan Download Artikel : [embeddoc url=”http://alumni.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2015/02/alumni-uhamka-vol-2-3-Fatimah-Nisma-www.alumni.uhamka.ac_.id_.pdf” download=”all” viewer=”google”]

0